Selamat datang di Blog Ikatan Keluarga Rantepuang & Mellangkenapadang, Kritik dan saran sangat kami harapkan. Terima kasih atas kunjungannya....
SAAT INI BLOK IKRM SEDANG DALAM PERBAIKAN. TERIMA KASIH

IKRM-MAMASA

15 Juli 2012

LATAR BELAKANG BAKSOS PELATIHAN PERTANIAN TGL 23-24 AGUSTUS 2012

Pembangunan pada sektor pertanian diarahkan pada upaya peningkatan mutu, produksi dan pemasaran hasil pertanian serta mengembangkan usaha tani terpadu guna memantapkan swasembada pangan, memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, meningkatkan komoditi-komoditi ekspor, komoditi bahan-bahan industri dalam negeri, meningkatkan taraf hidup petani, mendorong perluasan dan pemerataan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja serta mendorong peran serta swasta untuk mengembangkan potensi pertanian.
Potensi pertanian dan perkebunan di Kabupaten Mamasa cukup menjanjikan terutama budidaya sayur-sayuran. Sayangnya, pemanfaatan areal pertanian dan perkebunan jenis sayur ini belum seluruhnya dikembangkan oleh masyarakat di Kabupaten Mamasa. Potensi pertanian dan perkebunan yang sangat menjanjikan di Kabupaten Mamasa Antara Lain, padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, sayur-sayuran dan buah-buahan, akan tetapi pertanian masih kelola secara tradisional, oleh karena belum ada keseriusan pemerintah setempat lebih focus terutama dari dinas pertanian yang mengadakan pendampingan penyuluhan pertanian.Mamasa dengan luas wilayah di Luas, 275.923 km2 dan terdiri dari 167 desa dan 20 Kelurahan, tersebar di 17 Kecamatan dengan jumlah penduduk 138.433 jiwa, dan desa yakni desa Rantepuang 269 kk, 1150 jiwa, dan desa Mellangkenapadang 250 KK dan 1055 jiwa. IKRM adalah sala satu Ikatan keluarga yang berkedudukan di Makassar,yang mempunyai kepedulian dan keprihatinan masalah perekonomian yang ada di Kabupaten Mamasa khususnya di Desa Rantepuang dan Mellangkenapadang, sehingga muncul Ide dari beberapa anggota dan masyarakat setempat, untuk mengadakan penyuluhan/pelatihan perhatian, dan sekaligus merubah pola pikir masyarakat setempat untuk bertani secara modern sehingga dapat meningkatkan perekonomian pendapatan masyarakat yang ada di dua desa tersebut.

Sumber : Demianus Tarra'

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar